Penggalang Dana
Yayasan Kyai Ageng Selo
Jl. Blambangan 1 No.timur, RT.07/RW.06, Bangetayu Wetan, Kec. Genuk, Kota Semarang
Berkah Akhir Tahun di Bangetayu: Menuntaskan Fidyah di Kyai Ageng Selo
Gerimis tipis mengguyur kawasan Bangetayu Wetan, Genuk, sore itu. Di dalam mobilnya, Pak Damar memeriksa kembali beberapa kantong besar berisi paket nasi kotak dan sembako. Kalender di ponselnya menunjukkan tanggal 30 Desember. Bagi banyak orang, ini adalah waktu untuk bersiap pesta kembang api, namun bagi Pak Damar, ini adalah hari untuk menuntaskan amanah.
"Alhamdulillah, akhirnya sampai di Jl. Blambangan," gumamnya saat melihat plang bertuliskan Panti Asuhan Kyai Ageng Selo.
Pak Damar melangkah masuk ke area panti yang sederhana namun asri. Ia disambut hangat oleh Ustadz Jumar AH, sang pengasuh panti. Kedatangan Pak Damar bukan tanpa alasan; ia ingin membayar fidyah atas hutang puasa ibundanya yang sudah sepuh dan tak lagi mampu berpuasa pada Ramadhan lalu.
Kehangatan di Tengah Kesederhanaan
Di ruang tengah panti, anak-anak yatim dan dhuafa sudah berkumpul. Ada sekitar belasan anak yang duduk rapi. Beberapa memakai peci yang sudah agak usang, namun wajah mereka bersih dan ceria.
Saat paket makanan dibuka, aroma nasi hangat dan lauk pauk memenuhi ruangan. Pak Damar menyaksikan pemandangan yang menyentuh hati:
- Anak-anak itu tidak berebut. Mereka saling mendahulukan temannya yang lebih kecil.
- Mereka mulai makan melingkar, berbagi ruang dengan penuh adab, persis seperti tradisi santri yang mengutamakan kebersamaan.
- "Terima kasih, Pak. Semoga berkah," ucap salah satu anak kecil dengan tulus sambil menyuap nasi.
Doa di Penghujung Tahun
Ustadz Jumar kemudian mengajak anak-anak untuk berdoa bersama. Di bawah atap panti Kyai Ageng Selo, suara doa-doa tulus melangit. Pak Damar merasa dadanya sesak oleh rasa haru. Hutang fidyahnya telah tertunaikan, namun ia merasa justru dialah yang mendapatkan bantuan—bantuan berupa ketenangan batin yang tak bisa dibeli dengan uang.
"Di sini, setiap butir nasi yang Bapak berikan menjadi energi bagi mereka untuk menghafal Al-Qur'an," ujar Ustadz Jumar lembut.
Penutup
Malam itu, Pak Damar pulang dengan hati yang ringan. Di saat keriuhan terompet tahun baru mulai terdengar di pusat kota Semarang, di sudut Genuk ini, sebuah janji kepada Sang Pencipta telah dilunasi dengan cinta. Bayar fidyah di akhir tahun bukan sekadar menggugurkan kewajiban, tapi tentang memastikan bahwa di tahun yang baru, tidak ada anak yatim yang merasa sendirian.
Catatan: Cerita ini dibuat untuk menginspirasi. Jika Anda ingin menyalurkan bantuan atau fidyah secara langsung, Panti Asuhan Kyai Ageng Selo berlokasi di Jl. Blambangan RT 07/ RW 06, Bangetayu Wetan, Genuk, Semarang.
No HP 081250135617